INFOTREN.ID—Destinasi yang terkenal dengan seni, budaya, dan ketenangan alamnya itu kembali tercoreng oleh insiden yang merusak rasa aman wisatawan. Kali ini, bukan soal harga atau keramaian, melainkan praktik penukaran uang yang diduga curang di sebuah money changer di Jalan Raya Nyuh Kuning, tak jauh dari pusat Ubud.
Seorang wisatawan hampir kehilangan Rp950.000 akibat modus penipuan klasik yang ternyata masih beroperasi. Kronologinya singkat namun patut menjadi perhatian: usai menukar uang di konter kecil, perhitungan awal terlihat normal. Namun, saat dihitung ulang di dalam mobil, terdapat selisih hampir satu juta rupiah.
Diduga, oknum petugas dengan sengaja menjatuhkan sebagian lembar uang ke lantai di sisi dalam meja saat proses penghitungan berlangsung.
Ketika sang wisatawan kembali ke konter untuk memprotes, terjadi perdebatan yang sempat memanas. Akhirnya uang dalam bentuk dolar berhasil dikembalikan. Wisatawan tersebut, yang terburu-buru menuju bandara, tak sempat melaporkan ke polisi.
Video Viral Ungkap Pola yang Tak Baru
Insiden ini terekam dalam video yang menyebar di media sosial. Tampak dua wisatawan wanita asing bersitegang dengan petugas money changer. Mereka menuntut pengembalian uang dan mengancam melaporkan ke polisi. Narasi dalam video menyebut adanya satu lembar uang yang sengaja “dijatuhkan” ke bawah meja, sehingga jumlah yang diterima tidak sesuai.
Modus ini sebenarnya sudah lama dikenal di beberapa titik penukaran uang, tak hanya di Bali. Polanya selalu mirip: penghitungan di depan mata, lalu sebagian uang “terjatuh” atau “terselip”, dan korban baru menyadari kekurangan setelah meninggalkan lokasi.
Polisi: Belum Ada Laporan Resmi
Kepala Seksi Humas Polres Gianyar, Ipda I Gusti Ngurah Suardita, mengonfirmasi bahwa hingga Selasa (8/10/2024) belum ada laporan resmi yang masuk terkait kejadian tersebut, baik di Polsek Ubud maupun Polres Gianyar.


