INFOTREN.ID - Kemacetan di Bali sudah lama menjadi sasaran empuk media sosial. Video antrean panjang menuju bandara, kemacetan parah di Badung Selatan, hingga padatnya jalur wisata kerap viral, sering disertai kritik keras terhadap pemerintah daerah. Bagi Wayan Koster, persoalan ini bukan lagi sekadar keluhan publik, melainkan ancaman serius bagi Bali sebagai destinasi wisata dunia.

Di tengah sorotan tersebut, Koster memaparkan sejumlah proyek infrastruktur strategis yang diklaim menjadi upaya nyata melawan kemacetan. Proyek-proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Saya melapor dan memohon kepada Bapak Menteri PU untuk mengatasi kemacetan di Bali. Salah satunya pembangunan underpass Jimbaran yang sangat krusial untuk wilayah Badung Selatan,” ujar Koster saat groundbreaking shortcut Singaraja–Mengwitani di Buleleng, Rabu (7/1/2026).

Underpass Jimbaran dan Parkir Batur

Salah satu proyek yang paling disorot adalah pembangunan underpass Jimbaran, kawasan yang selama ini menjadi titik kemacetan akibat pertemuan arus wisata dan akses bandara. Proyek ini telah mendapat persetujuan dengan estimasi anggaran sekitar Rp 350 miliar. Saat ini, Detail Engineering Design dan Feasibility Study masih dikerjakan Pemerintah Kabupaten Badung.

iklan sidebar-1

“Saya pantau terus. Paling lambat akhir Februari DED dan FS selesai, sehingga awal April sudah bisa mulai persiapan tender,” kata Koster. Ia menargetkan pengerjaan fisik dimulai pertengahan 2026.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan solusi untuk kawasan suci Pura Batur melalui pembangunan gedung parkir terpusat senilai sekitar Rp 250 miliar.

“Dari pusat Rp 250 miliar untuk gedung parkir, dari provinsi kami siapkan jalan penghubungnya. Dokumen perencanaan sudah lengkap dan Pak Menteri sudah oke,” ujarnya.

Jembatan Lembongan–Ceningan dan Tol Gilimanuk–Mengwi