INFOTREN.ID — Pagi yang semestinya tenang di kawasan pedesaan Abiansemal berubah menjadi duka mendalam. Seorang ayah menemukan anak kandungnya telah meninggal dunia dalam kondisi tergantung di sebuah pohon alpukat di kebun keluarga, Sabtu pagi.
Korban, IWBP (27), ditemukan oleh ayahnya, INM (57), di kebun milik keluarga di Banjar Sigaran, Desa Mekar Buana. Penemuan itu terjadi sekitar pukul 10.00 Wita, setelah sang ayah diliputi kegelisahan karena anaknya tak kunjung pulang sejak malam sebelumnya.
Menurut keterangan kepolisian, IWBP terakhir kali terlihat pada Jumat malam. Ia berpamitan kepada ayahnya dengan alasan membeli rokok ke warung. Korban pergi mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX, mengenakan helm dan jas hujan. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan saat itu.
“Orang tua tidak menaruh curiga karena mengira korban pergi ke rumah pacarnya,” ujar Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti dari Polres Badung.
Namun hingga malam berganti pagi, IWBP tidak kembali. Panggilan ke ponselnya pun tak mendapat jawaban. Dengan perasaan tak menentu, sang ayah memutuskan menuju kebun keluarga, tempat yang biasa ia kunjungi untuk merawat tanaman.
Setibanya di lokasi, firasat buruk semakin menguat ketika ia melihat sepeda motor milik anaknya terparkir di sekitar kebun. INM kemudian menyusuri area tersebut sambil memanggil nama anaknya, hingga akhirnya pandangannya tertuju ke arah pohon alpukat.
Di sanalah ia menemukan IWBP telah meninggal dunia.
Warga sekitar segera berdatangan setelah keluarga melaporkan kejadian tersebut. Aparat dari Polsek Abiansemal bersama tim Inafis Polres Badung kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara.
Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi juga menemukan sebuah surat yang ditinggalkan IWBP, berisi curahan perasaan terkait persoalan hubungan pribadi yang sedang ia hadapi. Berdasarkan temuan itu, dugaan sementara mengarah pada masalah asmara sebagai pemicu tindakan korban.


