INFOTREN.ID - Di Universitas Muhammadiyah Malang, sekelompok mahasiswa dari berbagai jurusan bergabung untuk menjawab satu pertanyaan besar: bagaimana cara menyembuhkan luka diabetes yang sulit sembuh dan sering membuat pasien menderita seumur hidup?

Dari sinilah lahir CryoSynctive, sebuah alat terapi berbasis teknologi mutakhir. Mereka bukan peneliti senior, bukan dokter ternama.

Mereka adalah mahasiswa UMM biasa yang punya keberanian luar biasa. Kisah inspiratif ini dimulai dari keprihatinan sederhana: melihat pasien yang kehilangan harapan karena luka yang tak kunjung sembuh.

Cara Kerja CryoSynctive

CryoSynctive menggunakan kamera termal untuk melihat bagian kulit yang luka. Kamera ini bisa mendeteksi suhu dan kondisi luka tanpa menyentuh kulit.

iklan sidebar-1

Selanjutnya, teknologi AI membantu menganalisis kondisi luka dan menentukan titik terapi yang tepat.

Alat ini juga mengeluarkan nonthermal plasma, sejenis energi yang membantu membunuh bakteri dan merangsang pertumbuhan sel baru tanpa rasa sakit.

Semua data dikirim melalui sistem IoT, sehingga dokter bisa memantau dari jarak jauh. Jika pasien bergerak, alat akan otomatis berhenti untuk menjaga keamanan. Semua proses ini dilakukan dengan tujuan membuat terapi lebih cepat, aman, dan efisien.

Mengapa Inovasi ini Penting