INFOTREN.ID — Jembatan Tukad Bangkung kembali menjadi saksi tragedi kemanusiaan. Seorang pemuda berusia 21 tahun, berinisial MKA, ditemukan meninggal dunia di bawah jembatan yang membentang di kawasan Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, pada Jumat pagi.

Peristiwa ini menambah daftar kasus bunuh diri yang pernah terjadi di lokasi tersebut dan kembali menyisakan duka, sekaligus keprihatinan mendalam bagi warga sekitar.

Kejadian bermula dari laporan masyarakat pada pagi hari. Warga mencurigai sebuah sepeda motor yang terparkir di pinggir jalan dekat jembatan dalam kondisi tidak biasa. Kunci masih terpasang, helm dan tas tertinggal, tanpa terlihat pemiliknya. Dugaan semakin menguat ketika warga menemukan sepasang sandal yang diletakkan di atas pagar jembatan sisi selatan.

Kapolsek Petang, AKP I Nyoman Arnaya, membenarkan adanya laporan tersebut. Setelah menerima informasi sekitar pukul 06.32 Wita, aparat kepolisian segera mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan awal.

“Dari rekaman CCTV, korban terlihat melintas di lokasi sekitar pukul 02.30 Wita,” ujar Arnaya saat dihubungi.

iklan sidebar-1

Penyisiran kemudian dilakukan oleh tim gabungan bersama warga ke area bawah jembatan. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika jasad MKA ditemukan sekitar pukul 07.51 Wita, berada di bagian selatan bawah jembatan dengan ketinggian puluhan meter dari badan jalan.

Proses evakuasi tidak berlangsung mudah. Medan yang curam dan terjal membuat petugas membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk mengangkat jenazah ke atas. Evakuasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Petang dan selesai sekitar pukul 10.15 Wita. Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans PMI Badung ke Rumah Sakit Daerah Mangusada.

Dalam pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah barang pribadi milik korban yang menguatkan dugaan bunuh diri. Selain sepeda motor dan sandal, petugas juga menemukan pesan WhatsApp di ponsel korban yang ditujukan kepada orang tuanya.

Dalam pesan tersebut, MKA menyampaikan permintaan maaf dan sempat mengirimkan informasi lokasi keberadaannya sekitar pukul 03.00 Wita. Pesan itulah yang kemudian menjadi salah satu petunjuk penting dalam proses pencarian.