INFOTREN.ID - Bali tampaknya tak lagi tertarik sekadar menghitung jumlah wisatawan. Pulau ini mulai mengajukan pertanyaan yang lebih mendasar dan, bagi sebagian orang, mungkin terasa tidak nyaman: siapa yang sebenarnya layak datang ke Bali?

Pertanyaan itu mengemuka setelah Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan rencana pengetatan syarat masuk bagi wisatawan mancanegara mulai 2026. Salah satu kebijakan yang disiapkan adalah pemeriksaan saldo rekening wisatawan selama tiga bulan terakhir sebelum berlibur ke Pulau Dewata.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong pariwisata berkualitas, bukan semata-mata pariwisata berbasis jumlah kunjungan.

Salah satu aspek yang diperhatikan untuk pariwisata yang berkualitas adalah berapa uangnya tiga bulan terakhir di buku tabungan,” ujar Koster di Gianyar, Kamis (1/1/2026), seperti dikutip dari Antara.

Selain pengecekan saldo rekening, Pemerintah Provinsi Bali juga akan melakukan verifikasi lebih mendalam terhadap rencana perjalanan wisatawan mancanegara. Verifikasi itu mencakup durasi masa tinggal hingga rincian aktivitas yang akan dilakukan selama berada di Bali.

iklan sidebar-1

Menurut Koster, kebijakan tersebut merupakan bentuk kesetaraan perlakuan. Ia menilai banyak negara lain telah lebih dulu menerapkan persyaratan ketat bagi warga negara Indonesia yang ingin berkunjung ke luar negeri, termasuk pembuktian kemampuan finansial.

Ini supaya terkontrol semua, seperti juga kalau kita berwisata ke negara lain. Dengan kebijakan negara lain seperti itu, kita akan melakukan hal yang sama,” katanya.

Rencana pengetatan tersebut muncul di tengah lonjakan kunjungan wisatawan pascapandemi Covid-19. Sepanjang 2025, Bali mencatat rekor kunjungan tertinggi sepanjang sejarah, dengan lebih dari 7,05 juta wisatawan datang melalui jalur udara dan sekitar 71 ribu wisatawan melalui jalur laut.

Namun, menurut Koster, lonjakan itu juga membawa evaluasi penting. Sejak akses wisata dibuka luas pada 2022, jumlah wisatawan yang datang dinilai menjadi sulit disaring dan tidak terkendali.