INFOTREN.ID - Euforia kemenangan Dangdut Academy 7 belum benar-benar usai. Bagi para juaranya, panggung megah televisi kini berganti dengan sambutan hangat dari kampung halaman. Tasya, Valen, dan April tak hanya pulang membawa gelar, tetapi juga kebanggaan kolektif yang dirayakan bersama ribuan warga.
Kompetisi yang melahirkan tiga nama baru di dunia dangdut nasional itu telah menjelma menjadi lebih dari sekadar ajang pencarian bakat. Ia menjadi ruang lahirnya idola, simbol harapan, sekaligus cermin bagaimana musik dangdut terus hidup dan menyatu dengan denyut masyarakat.
Sambutan Istimewa untuk Sang Juara
Di Tangerang Selatan, kepulangan Tasya—juara pertama Dangdut Academy 7—berlangsung dalam suasana yang nyaris menyerupai perayaan resmi. Warga berbondong-bondong memadati ruas jalan, menyambut putri daerah mereka yang pulang sebagai pemenang.
Tasya diarak menggunakan kendaraan taktis barracuda dengan pengawalan ketat. Konvoi panjang kendaraan roda dua dan roda empat mengikuti dari belakang, membentang dari kawasan kantor wali kota hingga ke rumah orang tuanya. Sepanjang perjalanan, sorakan dan teriakan nama Tasya tak pernah berhenti, menciptakan suasana haru sekaligus meriah.
Bagi warga, arak-arakan itu bukan sekadar simbol kemenangan, melainkan ekspresi kebanggaan atas anak daerah yang berhasil menembus panggung nasional melalui musik dangdut.
Valen dan April, Sambutan Tak Kalah Hangat
Antusiasme serupa juga dirasakan Valen dan April saat kembali ke daerah masing-masing. Valen mengaku tak pernah membayangkan sambutan sebesar itu. Perjalanan pulang yang awalnya ia kira akan berlangsung biasa, justru berubah menjadi pengalaman emosional yang sulit dilupakan.
Sebagai bentuk penghormatan, warga bersama pemerintah daerah setempat bahkan menyiapkan panggung hiburan khusus. Valen kembali berdiri di hadapan para pendukungnya, menyanyikan lagu-lagu dangdut yang mengantarkannya ke puncak popularitas. Julukan The Next Pangeran Dangdut pun kian melekat, seiring penerimaan hangat yang ia terima dari masyarakat.


