Infotren.id - Sosok Abdul Haris Agam, atau yang akrab disapa Agam Rinjani, belakangan ramai diperbincangkan publik, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Namanya mencuat setelah aksi heroiknya dalam proses evakuasi jenazah pendaki asal Brazil, Juliana Marins, yang tewas saat mendaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, viral di media sosial.
Agam Rinjani bukanlah sosok asing di kalangan pecinta alam dan pendaki gunung. Pria asal Lombok ini dikenal sebagai seorang pemandu wisata gunung dan pantai, sekaligus pendiri usaha wisata bertajuk "Ethnic Shop Adventure", yang menawarkan layanan petualangan di berbagai destinasi alam Indonesia.
Selain itu, Agam Rinjani juga dikenal sebagai ahli cave dan vertical rescue, keahlian yang tak sembarang orang miliki, khususnya untuk medan ekstrem seperti tebing curam dan gua-gua yang berbahaya.
Sudah bertahun-tahun Agam mengabdikan dirinya di jalur wisata dan penyelamatan, khususnya di kawasan Gunung Rinjani yang menjadi rumah keduanya. Pengalamannya dalam berbagai misi penyelamatan di gunung dan tebing membuatnya dikenal luas, bukan hanya sebagai guide, tapi juga sebagai sosok yang berani dan berdedikasi tinggi dalam dunia penyelamatan.
Tragedi yang menimpa Juliana Marins terjadi pada Sabtu, 21 Juni 2025. Pendaki asal Brazil itu dikabarkan jatuh ke dalam jurang berkedalaman 600 meter saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani. Peristiwa itu sontak menggemparkan publik, khususnya di kalangan pecinta alam internasional.
Aksi heroik Agam dan tim terjadi pada Rabu, 25 Juni 2025, pukul 13.51 WITA. Dalam video yang ia unggah di media sosial, terlihat momen dramatis saat tim penyelamat bergelantungan di tebing curam sambil mengangkat jenazah Juliana menggunakan tali.
Agam mengungkapkan, sebelum proses evakuasi dilakukan, mereka harus bermalam di pinggir tebing yang curam dan berbahaya. Cuaca ekstrem, suhu dingin, serta kondisi medan yang sulit membuat nyawa mereka pun sebenarnya turut terancam. Beberapa anggota tim bahkan sempat terluka karena nyaris terguling ke dasar jurang.
Namun berkat kerja sama dan keberanian mereka, evakuasi akhirnya berhasil dilakukan dengan selamat. Aksi Agam bersama tiga rescuer lainnya mendapat apresiasi luar biasa, baik dari masyarakat Indonesia maupun Brasil. Video dan foto proses evakuasi itu viral di berbagai platform, membuat sosok Agam dijuluki sebagai "pahlawan" oleh warga Brasil.
Meski mendapat pujian dan sorotan positif, Agam menyimpan penyesalan mendalam atas tragedi ini. Dalam wawancara di kanal YouTube "Curhat Bang Denny Sumargo", yang diunggah pada 1 Juli 2025, Agam mengaku menyesal karena saat insiden terjadi, dirinya tidak berada di Lombok.


