INFOTREN.ID – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berkolaborasi dengan Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) St. Thomas Aquinas periode 2024-2026, mengambil langkah proaktif untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif dunia maya.
Dalam rangkaian acara yang melibatkan PMKRI Cabang Labuan Bajo sebagai penyelenggara, seminar bertajuk "Membangun Ruang Digital yang Aman dan Beretika" berhasil dilaksanakan di Ballroom Politeknik eLBajo Commodus, Labuan Bajo, NTT pada Rabu (17/12/2025).
Acara yang dimulai pukul 09.00 WITA ini dihadiri oleh siswa-siswi SMK Stella Maris dan SMA Negeri 1 Komodo, sebagai upaya nyata untuk membekali generasi muda dengan keterampilan bijak dalam bermedia sosial.
Kehadiran berbagai elemen penting, mulai dari akademisi, praktisi media, hingga perwakilan pemerintah daerah, menegaskan pentingnya tanggung jawab kolektif lintas sektoral dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat.
Dalam kesempatan tersebut, Yohanes G. Karmon, Presidium Riset dan Teknologi PP PMKRI, menekankan bahwa literasi digital saat ini tidak hanya sekadar penguasaan teknis, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis dan pemahaman etika dalam bermedia sosial.
"Perkembangan teknologi informasi telah merevolusi cara masyarakat mengakses dan menyebarkan informasi tanpa menelusuri kebenaran sumbernya. Era post-truth menghadirkan tantangan serius ketika opini dan emosi kerap mengalahkan fakta," kata Yohanes.
Ia juga menambahkan bahwa jika keadaan ini dibiarkan, lingkaran informasi yang menyesatkan akan terus berkembang.
"Peningkatan etika dalam bermedia sosial sangat urgen dilakukan untuk menghindari polarisasi, masifnya sebaran hoax, dan ancaman kohesi sosial," tambahnya.
Pernyataan ini sejalan dengan visi dan misi Pemerintah melalui KOMDIGI untuk meningkatkan etika dan nalar kritis guna mencegah phising dan kebocoran data pribadi.


