INFOTREN.ID - Setiap pagi, fajar menyingsing, menjanjikan harapan baru bagi sebuah bangsa. Namun, hari itu, langit politik diselimuti mendung.
Berita yang datang bukan sekadar kabar, melainkan gema yang menggetarkan fondasi kekuasaan.
Nama besar yang selama ini berdiri di garda depan perubahan, seorang menteri yang digadang-gadang sebagai ikon inovasi, kini dilingkari tuduhan yang paling menakutkan: korupsi.
Kabar ini bukan sekadar berita, melainkan sebuah pertanda, bahwa di balik gemerlap kekuasaan, seringkali tersembunyi intrik dan noda yang tak terlihat.
Jejak Kebijakan di Bawah Sorotan
Kasus ini bukanlah cerita fiksi, melainkan serpihan realitas yang menusuk kalbu. Tuduhan korupsi yang melilit Nadiem Makarim, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), adalah sebuah noda yang merobek kain kepercayaan publik.
Kebijakan pengadaan laptop Chromebook yang seharusnya menjadi jembatan menuju kemajuan pendidikan, kini diduga menjadi sarana untuk memperkaya diri.
Setiap rupiah yang diselewengkan adalah pengkhianatan terhadap keringat rakyat, merusak mimpi-mimpi yang telah lama ditanamkan.
Kasus ini menjadi cerminan pahit bahwa kekuasaan tanpa integritas hanyalah ruang hampa yang rentan diserang virus ketamakan.


