Infotren.id - Kota Semarang kini tengah menghadapi perhatian serius setelah temuan sesar aktif di wilayahnya yang diungkap oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sesar aktif ini dinilai berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap infrastruktur, tata kota, hingga keselamatan warga jika tidak segera ditangani secara tepat.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa pemerintah kota tidak bisa menganggap remeh persoalan ini. Ia menyebut bahwa temuan sesar aktif tersebut harus menjadi peringatan dini agar seluruh proses pembangunan di Semarang memperhatikan aspek geologi. 

Salah satu langkah yang ditawarkan Agustina adalah penggunaan teknologi paku bumi, yang sebelumnya terbukti efektif di kawasan Golf Gombel. Teknologi ini dinilai mampu memperkuat struktur tanah dan menekan risiko kerusakan infrastruktur akibat pergeseran sesar. 

Pemkot Semarang juga berencana menggandeng pakar geologi serta teknik sipil untuk merumuskan strategi penanganan yang lebih komprehensif.
Dari sisi pembiayaan, Agustina membuka peluang kerja sama dengan investor swasta untuk mempercepat implementasi solusi mitigasi. 

Selain itu, Pemkot menyoroti faktor penggunaan sumur air tanah yang dinilai turut memperburuk kondisi geologi di Semarang. Eksploitasi air tanah yang berlebihan menyebabkan penurunan tanah (land subsidence), yang bila dikombinasikan dengan aktivitas sesar aktif, bisa memperbesar risiko kerusakan. Oleh karena itu, pengendalian pemakaian air tanah akan menjadi salah satu fokus kebijakan ke depan.

iklan sidebar-1


Apa Itu Sesar Aktif?
Sesar aktif adalah patahan atau retakan besar di lapisan bumi yang masih menunjukkan pergerakan hingga saat ini. Pergeseran pada sesar aktif dapat memicu gempa bumi karena energi yang terkumpul di dalam bumi dilepaskan secara tiba-tiba. 

Di Indonesia, banyak kota besar yang berada di dekat sesar aktif, sehingga risiko bencana gempa harus selalu diantisipasi dengan baik melalui pembangunan yang ramah geologi.

Dengan adanya temuan ini, masyarakat diimbau untuk lebih waspada sekaligus mendukung langkah-langkah pemerintah dalam upaya mitigasi bencana. Sesar aktif Semarang kini menjadi pengingat bahwa pembangunan kota harus berorientasi pada keberlanjutan serta memperhatikan faktor lingkungan dan geologi agar aman untuk generasi mendatang.***