Infotren.id - Pernikahan putra Gubernur Jawa Barat sekaligus tokoh budaya Sunda, Dedi Mulyadi, menjadi sorotan publik. Maula Akbar, sang putra, akan segera menikahi pujaan hatinya, Luthfianisa Putri Karlina, Wakil Bupati Garut. Menariknya, prosesi pernikahan ini bukan hanya dirancang megah, tapi juga sarat makna dan kearifan lokal, terutama dalam hal mahar yang disiapkan.
Maula Akbar mempersiapkan mahar yang sangat unik dan filosofis yakni 99 jenis pohon, 9 jenis benih padi, emas, serta hewan ternak seperti sapi, domba, dan ayam. Tak hanya sebagai simbol cinta, mahar ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, dan keberlanjutan hidup.
Menurut sang ayah, Dedi Mulyadi, mas kawin bukan sekadar formalitas, melainkan harus punya nilai manfaat jangka panjang. Ia menekankan pentingnya filosofi hidup yang membumi, mencintai alam, serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal.
“Mahar itu harus jadi penanda niat hidup yang benar. Ketika rumah tangga dibangun dengan fondasi cinta terhadap lingkungan dan pangan, maka insya Allah hidupnya berkah,” ujar Dedi Mulyadi dalam unggahan di kanal YouTube resminya, Kang Dedi Mulyadi Channel.
Sementara itu, mahar yang dibawa Maula Akbar untuk Putri Karlina juga memiliki makna mendalam. Angka 99 merujuk pada Asmaul Husna, nama-nama indah Allah SWT, yang menunjukkan harapan agar rumah tangga anaknya dilimpahi berkah dan kebijaksanaan.
Sedangkan benih padi yang terdiri dari 9 jenis, mewakili keberagaman dan kekayaan lokal yang harus dijaga dan dikembangkan. Jenis-jenis pohon yang disiapkan pun bukan sembarang tanaman. Terdapat tanaman buah seperti pisang dan pohon keras yang melambangkan harapan kehidupan yang kuat dan terus tumbuh.
Dalam video yang diunggah di kanal YouTube-nya, Kang Dedi terlihat menahan haru saat berbicara tentang momen sakral ini. Ia mengungkapkan isi hatinya sebagai seorang ayah yang akan menikahkan anak lelaki untuk pertama kalinya.
“Pernikahan ini bukan hanya seremoni. Ini adalah awal dari tanggung jawab baru. Saya ingin anak saya meneladani nilai-nilai leluhur hidup selaras dengan alam, menghargai pangan, dan bersyukur atas apa yang ada,” ucapnya dengan suara bergetar.
Pernikahan Maula Akbar dan Putri Karlina direncanakan digelar pada 14 hingga 17 Juli 2025, dengan mengusung adat Sunda yang kental. Acara ini diharapkan tak hanya menjadi perayaan cinta, tetapi juga panggung budaya yang mengangkat nilai-nilai lokal kepada khalayak luas.***


