Infotren.id - Nama Setia Budi Tarigan mendadak ramai dibicarakan publik setelah sang anak, Christiano Tarigan diduga terlibat kasus kecelakaan tragis yang menewaskan Argo Ericko Achfandi, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), viral di media sosial.
Kecelakaan tersebut melibatkan mobil BMW yang dikemudikan oleh Christiano Tarigan, 21 tahun, yang diketahui merupakan putra dari Setia Budi Tarigan.
Setia Budi Tarigan bukanlah orang sembarangan di dunia bisnis. Ia dikenal sebagai Direktur Operasional di FIFGROUP, sebuah perusahaan pembiayaan besar di bawah naungan Astra. Berdasarkan informasi di profil profesionalnya, Setia Budi telah mengabdi selama lebih dari 19 tahun di perusahaan tersebut.
Jabatannya pun bukan hanya satu. Selain sebagai Direktur Operasional sejak April 2019, ia juga tercatat masih menjabat sebagai Kepala Operasi dan Kepala Sumber Daya Manusia FIFGROUP sejak tahun 2012.
Dengan pengalaman panjang di industri pembiayaan, Setia Budi dipercaya mengelola portofolio perusahaan senilai Rp37 triliun.
Sebelum meniti karier di FIFGROUP, Setia Budi juga pernah menjabat sebagai Manajer Cabang dan Auditor Internal di PT Keuangan Internasional Federal, juga bagian dari grup Astra.
Setelah insiden kecelakaan yang terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Mei 2025 di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sleman, akun Instagram resmi perusahaan tempat Setia Budi bekerja ikut dibanjiri komentar netizen. Publik mengecam keras tindakan anaknya, Christiano, yang diduga lalai hingga menyebabkan nyawa Argo melayang.
Menurut keterangan kepolisian, tidak ditemukan bekas pengereman sebelum tabrakan terjadi, namun ada jejak pengereman setelah tabrakan. Rekaman CCTV dari lokasi kejadian menunjukkan bahwa motor yang dikendarai Argo berada di depan dan hendak memutar balik, sebelum akhirnya ditabrak dari belakang oleh BMW yang melaju kencang.
Kasatlantas Polresta Sleman, AKP Mulianto, menyebutkan bahwa rekaman CCTV menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan. Dari hasil analisis awal, kecelakaan diduga akibat kurangnya konsentrasi pengemudi BMW. Tes urin terhadap pengemudi menunjukkan hasil negatif dari pengaruh alkohol maupun narkoba.


