Infotren.id - Sosok Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo atau akrab disapa Gusti Bhre kembali menjadi perhatian publik usai memimpin prosesi Kirab Pusaka dalam rangka menyambut malam 1 Suro atau Tahun Baru Jawa. 

Tradisi sakral tersebut tak hanya menjadi bagian dari budaya Pura Mangkunegaran, tetapi juga simbol pelestarian adat yang kental dengan makna spiritual dan sejarah panjang Kerajaan Mataram. Acara tersebut dipimpin langsung oleh para penggemar Pura Mangkunegaran, termasuk Gusti Bhre.

Di tengah prosesi itu, kehadiran Gusti Bhre sebagai raja muda Mangkunegaran turut menjadi sorotan. Sosoknya yang dikenal ramah dan kharismatik kerap membuat masyarakat penasaran akan latar belakangnya.

Bhre lahir di Jakarta pada 29 Maret 1997 sebagai putra tunggal dari KGPAA Mangkunegara IX dan Gusti Putri Mangkunegaran. Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan keluarga bangsawan, namun juga tak lepas dari kehidupan modern. 

Masa kecilnya banyak dihabiskan di Jakarta, membuatnya fasih berbahasa Indonesia, meski tetap memegang teguh identitas budaya Jawa yang diwariskan keluarganya.

iklan sidebar-1

Tak hanya bersandar pada garis keturunan, ia dikenal sebagai sosok berpendidikan tinggi. Ia adalah lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan pernah menorehkan prestasi di ajang internasional. 

Pada 2018, Bhre mewakili Indonesia dalam ajang kompetisi sidang semu di Praha, Republik Ceko, dan berhasil meraih juara. Usai lulus, ia sempat berkarier sebagai pengacara di firma hukum ternama di Jakarta, sebelum akhirnya takdir membawanya kembali ke Solo.

Wafatnya sang ayah pada Agustus 2021 menjadi titik balik dalam hidup Bhre. Di usia 24 tahun, ia dipercaya memegang tampuk kepemimpinan Pura Mangkunegaran sebagai penerus tahta. Penobatan atau jumenengan dalem dilangsungkan pada 12 Maret 2022 di Pendopo Ageng Pura Mangkunegaran. 

Sejak itu, dirinya aktif turun langsung dalam berbagai kegiatan adat, termasuk Kirab Pusaka, yang semakin mengukuhkan eksistensinya sebagai raja muda di mata masyarakat.