Infotren.id - Sosok Zahran Nizar tengah menjadi perbincangan hangat publik, khususnya di kalangan netizen Indonesia. Sayangnya, bukan hanya karena prestasinya yang membanggakan, melainkan juga karena hujatan tak pantas yang ia terima terkait penampilan fisiknya.
Padahal, di balik penampilan sederhananya, Zahran Nizar adalah salah satu peserta paling berprestasi di ajang Clash of Champions (COC) Season 2.
Zahran Nizar merupakan mahasiswa asal Padang, Sumatera Barat, yang saat ini menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia memilih jurusan yang tidak main-main, yaitu Teknik Dirgantara, salah satu program studi paling bergengsi yang mempelajari seluk-beluk pesawat terbang dan wahana antariksa.
Zahran lahir pada 11 Mei dan besar di lingkungan yang penuh semangat belajar. Ia merupakan alumni SMAN 1 Padang, sekolah favorit yang telah melahirkan banyak pelajar berprestasi.
Aktif di media sosial, Zahran biasa membagikan aktivitas kesehariannya di akun @zahran_nizar, meski ia lebih dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan lebih fokus pada akademik ketimbang kehidupan maya.
Di balik penampilannya yang sederhana, Zahran menyimpan segudang prestasi yang layak dibanggakan, tidak hanya oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh Indonesia.
Pada tahun 2023, ia berhasil meraih Bronze Medal di ajang bergengsi International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) yang digelar di Chorzów, Polandia.
Tak berhenti sampai di situ, setahun berselang, tepatnya pada 2024, Zahran kembali menorehkan prestasi luar biasa dengan meraih Silver Medal di ajang International Physics Olympiad (IPhO) yang berlangsung di Iran.
Kompetisi ini dikenal sebagai salah satu olimpiade sains paling prestisius di dunia, menjadi ajang adu kecerdasan para jenius muda dari seluruh penjuru dunia.


