Infotren.id - Ricky Ricardo Kambuaya atau yang lebih dikenal Ricky Kambuaya bukan hanya dikenal sebagai gelandang tangguh di lapangan hijau, tapi juga sebagai sosok inspiratif yang tumbuh dari kesederhanaan hingga mencapai kesuksesan di dunia sepak bola profesional.
Lahir di Sorong, Papua Barat pada tahun 1996, Ricky Kambuaya merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), sementara sang ibu berjualan di pasar malam untuk membantu perekonomian keluarga.
Sejak kecil, Ricky Kambuaya sudah akrab dengan sepak bola. Ia dan teman-temannya kerap bermain menggunakan bola plastik dan kaleng bekas sebagai gawang. Lingkungan yang mencintai sepak bola membuat Ricky semakin yakin untuk menekuni olahraga ini secara serius.
Ia sempat memperkuat tim Pra PON Papua Barat sebelum mengikuti seleksi terbuka di klub PS Mojokerto Putra, tempat ia memulai karier profesionalnya di Liga 2.
Di PS Mojokerto Putra, Ricky tampil impresif sebagai gelandang sayap dengan mencetak 16 gol dari 45 penampilan. Namun perjalanan kariernya tidak selalu mulus. Saat bergabung dengan PSS Sleman pada 2019, ia hanya menjadi pemain cadangan.
Namun, keberuntungan berpihak padanya ketika pelatih Aji Santoso membawanya ke Persebaya Surabaya pada 2020. Di sinilah Ricky mulai bersinar dan masuk radar pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
Puncak kariernya terjadi di ajang Piala AFF 2020, di mana Ricky tampil memukau dan bahkan mencetak gol di final melawan Thailand. Ia terpilih sebagai pemain terbaik dalam dua pertandingan, membuat namanya semakin dikenal publik. Penampilannya yang konsisten menjadikannya andalan Timnas Indonesia dan pemain tak tergantikan di lini tengah.
Di balik sorotan media dan gemerlap dunia sepak bola, Ricky Kambuaya tetap hidup dengan sederhana. Meski memiliki kekayaan bersih yang ditaksir mencapai Rp21,3 miliar, Ricky dikenal sebagai pribadi yang rendah hati. Ia bahkan tak segan membantu berkebun saat pulang ke kampung halamannya.
Karier Ricky juga tidak mengganggu pendidikannya. Ia tetap melanjutkan kuliah dan berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 22 Desember 2019. Namanya pun semakin diperhitungkan, tidak hanya sebagai pesepakbola andal, tetapi juga sebagai sosok inspiratif yang menyeimbangkan pendidikan dan profesi.


