Infotren.id - Fenomena gempa bumi yang kerap mengguncang wilayah Jawa Barat sering dikaitkan dengan keberadaan sesar aktif yang membentang di kawasan ini. Salah satu yang banyak menjadi perhatian adalah Sesar Baribis, yang merupakan bagian dari sistem patahan besar di Jawa Barat. Meski demikian, tidak semua gempa di Jawa Barat berasal dari sesar ini, sebab wilayah tersebut juga dipengaruhi oleh segmen lain seperti Citarum.
Sesar Baribis adalah salah satu segmen dari patahan induk West Java Back Arc Thrust (Busur Belakang Jawa Barat). Patahan ini membentang cukup panjang dari wilayah Kuningan, Majalengka, hingga Cirebon, bahkan sebagian ahli geologi memperkirakan dapat menjalar lebih luas ke arah barat Jawa.
Pada awalnya, Sesar Baribis dianggap sebagai patahan yang berdiri sendiri. Namun, hasil kajian geologi terbaru menunjukkan bahwa sesar ini hanyalah bagian dari sistem patahan lebih besar yang terhubung dengan segmen lainnya, termasuk segmen Citarum. Patahan ini terbentuk akibat proses tektonik di busur belakang Jawa Barat yang memiliki kecenderungan miring ke arah selatan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa wilayah sekitar patahan Baribis memiliki potensi kegempaan signifikan. Getaran yang ditimbulkan dapat dirasakan di wilayah padat penduduk, seperti Bekasi, Karawang, Purwakarta, Depok, hingga Bandung.
Misalnya, gempa berkekuatan magnitudo 4,9 pada Rabu malam baru-baru ini sempat dikaitkan dengan aktivitas Sesar Baribis. Namun, setelah diteliti lebih lanjut, gempa tersebut dipicu oleh **segmen Citarum**, bukan Baribis. Meski begitu, fakta ini menunjukkan bahwa sistem patahan di Jawa Barat saling berhubungan dan sama-sama berpotensi menimbulkan gempa.
Sebagai sesar aktif, Baribis memiliki potensi menimbulkan gempa dengan skala yang mampu dirasakan luas, bahkan hingga wilayah perkotaan besar. Dampak yang mungkin terjadi meliputi:
1. Guncangan Luas di Perkotaan
Wilayah Bekasi, Karawang, Cikarang, hingga Jakarta berpotensi merasakan guncangan dari aktivitas sesar ini karena berada tidak jauh dari jalur patahan.
2. Kerentanan Infrastruktur
Jika gempa cukup besar terjadi, infrastruktur vital seperti jalan tol, kawasan industri, dan permukiman padat di Jawa Barat bagian utara dapat terdampak.
3. Risiko terhadap Masyarakat
Wilayah padat penduduk membuat risiko korban jiwa dan kerusakan rumah cukup tinggi apabila terjadi gempa kuat di sepanjang sesar.
4. Efek Psikologis dan Sosial
Guncangan yang terasa hingga kota besar seperti Jakarta dan Bandung berpotensi menimbulkan kepanikan massal, meskipun tidak menimbulkan kerusakan berarti.


