INFOTREN.ID - Bukan sekadar selembar kertas, kampus harus jadi ladang inovasi. Menag RI, Nasaruddin Umar menantang ijazah berjiwa temuan orisinal berdampak nyata!

Pendidikan tinggi di Indonesia seringkali diidentikkan dengan perburuan ijazah dan nilai akademik yang cemerlang.

Mahasiswa berlomba-lomba meraih IPK tertinggi, menamatkan studi tepat waktu, dan kemudian berharap pada gerbang dunia kerja yang menjanjikan.

Sebuah narasi yang tidak sepenuhnya salah, namun mungkin kurang lengkap. Realitas menunjukkan bahwa dunia terus bergerak, menuntut lebih dari sekadar penguasaan teori dan lembar pengesahan kelulusan.

Tantangan global, perubahan iklim, dan perkembangan teknologi pesat membutuhkan pemikir-pemikir ulung yang tak hanya cerdas, tetapi juga adaptif dan inovatif.

iklan sidebar-1


Menjelajah Kedalaman: Panggilan Sang Menteri
Di tengah hiruk pikuk ini, sebuah seruan penting datang dari pimpinan tertinggi. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, dalam sebuah pernyataannya yang menggugah, seolah ingin menyentuh inti permasalahan pendidikan kita.

Ia tidak menafikan pentingnya ijazah, namun ia menekankan adanya dimensi lain yang jauh lebih krusial.

Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang arah dan tujuan pendidikan tinggi di Indonesia.

Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk merenungkan kembali esensi keberadaan kampus sebagai lokomotif perubahan.