INFOTREN.ID - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah usai Donald Trump mengumumkan kenaikan Tarif AS terhadap Indonesia.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan kenaikan tarif sedikitnya 10 persen ke negara negara di seluruh dunia, salah satunya Indonesia.
Dalam daftar yang diunggah Gedung Putih dalam Instagram, Sekitar 60 negara bakal dikenai tarif timbal balik separuh dari tarif yang mereka berlakukan terhadap AS. Indonesia sendiri berada di urutan ke-8 dengan besaran 32 persen.
Diketahui, bukan hanya Indonesia yang berada di Asia Tenggara yang masuk dalam daftar tersebut, negara seperti Malaysia, Kamboja, Vietnam dan Thailand juga kena korban dagang AS.
Malaysia sendiri kena kenaikan tarif sebesar 24 persen, kemudian Kamboja 48 persen, Vietnam 46 persen dan Thailand 36 persen.
Melansir dari laman ANTARA News Trump mengungkap bahwa tarif timbal balik itu bertujuan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja di dalam negeri. Pada saat itu juga pria berusia 78 tahun ini menyebut hari pengumuman itu sebagai "Hari Pembebasan" bagi negaranya.
Trump dan para pejabat pemerintahannya menganggap bahwa AS telah dirugikan oleh banyak negara akibat praktik perdagangan yang dianggap tidak adil.
Diketahui, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini di Jakarta melemah sebesar 0,20 persen menjadi Rp16.746 per dolar AS dari yang sebelumnya di angka Rp16.713 per dolar AS.
Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi pada Kamis (03/04/2025) di Jakarta bersuara terkait melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.


