INFOTREN.ID - Mahasiswa UI protes dana abadi, teriakkan ‘zionis’ kepada rektor UI, Prof Heri Hermansyah,  antara rasa adil dan suara yang tak terdengar.

Wisuda. Seharusnya menjadi puncak dari segala perjuangan: malam-malam tanpa tidur, tumpukan jurnal, debat panjang di ruang diskusi, dan keraguan yang menyelinap di tengah perjalanan menuntut ilmu.

Tapi pagi itu, di tengah megahnya aula kampus Universitas Indonesia (UI) kebanggaan bangsa, sesuatu yang tak biasa terjadi.

Seorang mahasiswa meneriakkan kata yang tak lazim terdengar di forum seformal itu: “Zionis!” yang ditujukan kepada rektor UI, Prof Heri Hermansyah, lalu diikuti oleh para mahasiswa lainnya.

Kata itu meledak, mencabik suasana sakral yang biasanya penuh haru. Bukan tanpa alasan, bukan pula sekadar provokasi.

iklan sidebar-1

Di balik satu teriakan itu, ada segenap amarah, kelelahan, dan rasa dikhianati.
Yang terjadi hari itu bukan sekadar kegaduhan.

ekspresi ini yang di luar dugaan banyak orang ini adalah cermin dari keresahan yang sudah lama diam-diam tumbuh dalam diam.

Antara Panggung Resmi dan Suara yang Terpendam

Pagi itu, di hadapan para wisudawan dan orang tua mereka, pimpinan tertinggi kampus memperkenalkan gagasan besar: Dana Abadi UI.