INFOTREN.ID - Di tengah gemuruh politik dan agenda pemerintahan baru presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, muncul sosok-sosok yang menarik perhatian.
Mereka adalah para alumni ITB (Institut Teknologi Bandung) menjabat sebagai menteri dalam Kabinet Merah Putih.
Dari Menteri Kesehatan hingga Menteri Pendidikan Tinggi, latar belakang pendidikan mereka tampak “melompat” dari bidang studi ke jabatan yang kadang terasa jauh dari disiplin ilmu asli.
Fenomena ini menimbulkan dua reaksi berbeda: kagum akan kapasitas adaptasi, dan skeptis akan apakah kurikulum pendidikan kita memang gagal atau adakah kegagalan persepsi terhadap arti pendidikan itu sendiri.
Antara Kode Akademik dan Tuntutan Publik
ITB, universitas teknik dan sains terkemuka, secara tradisional membangun kurikulum yang cukup ketat dan spesifik.
Mata kuliah, metode, dan evaluasi diarahkan agar mahasiswa menguasai disiplin ilmu tertentu dengan mendalam.
Namun, lulusan-lulusannya seperti Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin (Fisika Nuklir), Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli (Teknik Industri), Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo (Teknik Peminyakan), dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto (Teknik Fisika), belakangan ini menduduki posisi yang di luar spesialisasi formal mereka.
Hal ini diungkapkan oleh seorang fotografer senior, Arbain Rambey mengunggah postingan di media sosial Instagramnya, @arbainrambey dengan caption, “anak ITB itu menguasai ilmu apapun, kecuali yang dipelajarinya di luar kampus.”


