INFOTREN.ID - Pemerintah Indonesia dan Jepang menandatangani kesepakatan kerja sama bisnis senilai 200,8 juta dolar AS atau sekitar Rp3,30 triliun dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang yang berlangsung di Osaka, Jepang.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyampaikan bahwa terdapat 13 bentuk kerja sama yang disepakati dalam forum tersebut. Kolaborasi ini meliputi berbagai sektor, seperti Industri kertas
Pelet kayu, Produk boga bahari, Cokelat, Kerajinan rotan, Furnitur dari kayu, Komoditas biji kopi, Arang kayu, Penempatan tenaga kerja serta Pengembangan bisnis berbasis biomassa.
Menurut Roro, kerja sama ini mencerminkan hubungan dagang yang semakin kuat dan saling menguntungkan antara kedua negara. Ia juga menekankan pentingnya memperluas pasar di sektor-sektor potensial.
Ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang tumbuh rata-rata 8,8% per tahun, di antaranya didominasi oleh:
- Batu bara (15,8% dari total ekspor Indonesia secara global)
- Nikel (5,52%)
- Konduktor elektrik (4,07%)
Impor nonmigas Indonesia dari Jepang juga menunjukkan tren naik sebesar 8,21%, terutama untuk produk logam (3,03%), kendaraan bermotor (2,9%) dan tembaga (2,81%)


