INFOTREN.ID — Misteri kematian seorang perempuan warga negara Rusia yang ditemukan tak bernyawa di sebuah rumah kawasan Kerobokan, Kuta Utara, mulai terkuak. Kepolisian akhirnya mengungkap identitas korban sekaligus sejumlah fakta penting yang memberi gambaran lebih jelas tentang peristiwa yang menggemparkan warga sekitar tersebut.

Korban diketahui berinisial VG (50), seorang perempuan asal Rusia yang tinggal seorang diri di rumah kontrakan di Jalan Muding Indah, Kelurahan Kerobokan Kaja. Ia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di area garasi rumah pada Kamis pagi, sekitar pukul 10.00 WITA.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Ni Wayan Latri, seorang warga yang bekerja di rumah tersebut dan tinggal tidak jauh dari lokasi. Saat itu, saksi melihat lampu garasi rumah korban masih menyala dan berniat mematikannya. Namun sesampainya di garasi, ia mendapati VG sudah dalam kondisi tergantung.

Kaget dan ketakutan, saksi segera berlari ke rumahnya untuk memanggil sang suami. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pemilik rumah dan aparat setempat, sebelum akhirnya ditangani pihak kepolisian.

Petugas dari Polsek Kuta Utara tiba di lokasi sekitar pukul 10.45 WITA untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau perlawanan pada tubuh korban.

iklan sidebar-1

“Tidak ada indikasi penganiayaan. Kondisi tubuh korban menunjukkan tanda lebam mayat yang sesuai dengan perkiraan waktu kejadian,” ujar Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, pejabat sementara Humas Polres Badung.

Polisi juga mencatat sejumlah detail di lokasi. Korban ditemukan mengenakan pakaian rumahan dan menggunakan tali sepanjang kurang lebih tujuh meter, dengan simpul sederhana. Di sekitar lokasi terdapat sebuah kursi dengan tinggi sekitar 42 sentimeter. Seluruh temuan tersebut didokumentasikan sebagai bagian dari prosedur penyelidikan.

Dari keterangan pemilik rumah, Made Nasia, diketahui bahwa korban diduga mengalami tekanan psikologis dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut disebut berkaitan dengan situasi di negara asalnya, termasuk konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina.

Nasia mengungkapkan, VG sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Garba Med untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Dari keterangan medis, korban disebut mengalami depresi. Selama tinggal di Bali, VG juga dikenal tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.