INFOTREN.ID - Suasana diplomatik Asia Pasifik memanas setelah Presiden China, Xi Jinping menyelesaikan kunjungan kenegaraannya ke Korea Selatan pada Sabtu (1/11).
Kunjungan itu menjadi yang pertama dalam 11 tahun, sekaligus menutup rangkaian KTT APEC 2025 yang diselenggarakan di Gyeongju, Korea Selatan.
Langkah Xi disebut sebagai upaya memperkuat peran Beijing di tengah memudarnya dominasi Amerika Serikat di kawasan.
Dalam KTT tersebut, para pemimpin Asia Pasifik menyerukan “manfaat perdagangan yang adil dan bersama” sebagai respon terhadap semakin rapuhnya sistem perdagangan global.
“Kita tidak bisa lagi menyangkal bahwa ada pergeseran paradigma dalam tatanan perdagangan global,” ujar Heo Yoon, profesor perdagangan internasional di Universitas Sogang, Seoul (Reuters, 1/11).

Para pemimpin anggota APCEc berpose untuk foto bersama selama KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Gyeongju. Korea Selatan, 1 November 2025. Yonhap via REUTERS
Korsel di Antara Dua Raksasa
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung, yang baru menjabat sejak Juni lalu, menghadapi dilema geopolitik yang rumit.
Di satu sisi, Seoul adalah sekutu militer utama AS yang menampung ribuan tentara Amerika. Namun di sisi lain, China tetap mitra dagang terbesar bagi ekonomi ekspor Korea Selatan.


