Infotren.id - Petualangan ke puncak tertinggi Indonesia, Puncak Carstensz (4.884 mdpl), menjadi perjalanan terakhir bagi dua pendaki lansia, Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono. Keduanya adalah anggota komunitas Kura-Kura Gunung, yang berisi para pendaki berusia lanjut dengan semangat yang tak pernah pudar. Namun, cuaca ekstrem di puncak Carstensz membawa tragedi, menyebabkan hipotermia yang merenggut nyawa mereka.  

Di balik pendakian ini, terdapat dua alasan utama yang mendorong Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono untuk menaklukkan salah satu puncak tersulit di Indonesia, yaitu untuk melengkapi ekspedisi pribadi dan membawa misi persahabatan.  

Lilie Wijayanti dikenal sebagai pendaki berpengalaman. Ia telah menaklukkan berbagai gunung tinggi di dalam maupun luar negeri, termasuk Gunung Everest, Annapurna (Nepal), dan Gunung Kinabalu (Malaysia). Dengan rekam jejak tersebut, Carstensz menjadi bagian dari pencapaiannya yang belum tuntas.  

Sebelum berangkat, Lilie telah mempersiapkan diri dengan latihan fisik selama lebih dari enam bulan, termasuk panjat tebing dan ketahanan tubuh. Keinginannya untuk mencapai Carstensz bukan sekadar petualangan biasa, melainkan bagian dari cita-cita pribadinya untuk menyelesaikan ekspedisi ke puncak-puncak tertinggi di Indonesia.  

Selain ambisi pribadi, perjalanan ini juga membawa misi emosional. Lilie dan Elsa mendaki Carstensz untuk memasang plakat kenangan bagi teman mereka yang gugur di gunung tersebut setahun sebelumnya.  

iklan sidebar-1

Sayangnya, di tengah perjalanan menuju puncak, rombongan pendaki menghadapi cuaca buruk, hujan salju, angin kencang, dan suhu ekstrem. Kondisi ini menyebabkan hipotermia yang berujung pada meninggalnya Lilie dan Elsa.  

Jenazah mereka berhasil dievakuasi dalam dua tahap, dengan Elsa Laksono lebih dulu diturunkan, sementara Lilie Wijayanti menyusul sehari setelahnya. Kabar meninggalnya dua pendaki tersebut tentu menyisakan duka mendalam di kalangan pecinta alam khususnya dunia pendakian.***