INFOTREN.ID - Pernahkah kamu membayangkan sekolah tanpa seragam, tanpa kurikulum kaku, dan tanpa gedung mewah? Di Indonesia, mimpi itu jadi nyata! Ada sekolah-sekolah "anti-mainstream" yang berani mendobrak tradisi dan menawarkan pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Siap-siap terkejut dengan inovasi mereka!

Sekolah Adat: Ketika Kearifan Lokal Jadi Kurikulum Utama

Di tengah arus globalisasi, sekolah adat hadir sebagai benteng pelestarian budaya. Mereka mengajarkan sejarah, bahasa, kearifan ekologis, dan warisan leluhur yang seringkali terabaikan oleh kurikulum standar.

"Sekolah adat lahir dari kebutuhan untuk melestarikan pengetahuan tradisional dan budaya lokal yang dikembangkan oleh masyarakat adat."

Bayangkan, alih-alih belajar rumus matematika yang rumit, siswa sekolah adat justru belajar bertani langsung dari alam atau menari tarian tradisional yang memukau. Keren, kan?

iklan sidebar-1

Pendirian Sekolah Adat di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (28/4/2025). ( Foto KOMPAS.COM/DOK Bartolomeus Hisage)

Sekolah Alam: Belajar Sambil Menyatu dengan Alam

Jika kamu bosan dengan suasana kelas yang itu-itu saja, sekolah alam bisa jadi jawabannya. Di sini, belajar tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga di kebun sekolah, di hutan, atau bahkan di sungai!

Sekolah Alam Indonesia, misalnya, menggunakan pendekatan aktif dan kontekstual yang memungkinkan siswa belajar melalui pengalaman nyata. Mereka bisa belajar tentang ekosistem dengan menanam pohon, belajar tentang kimia dengan membuat sabun alami, atau belajar tentang sejarah dengan mengunjungi situs-situs bersejarah.