INFOTREN.ID - Dalam rangka memperjuangkan nasib pekerja yang terancam pemutusan hubungan kerja (PHK), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia melakukan inspeksi mendalam di salah satu pabrik ban Michelin di Indonesia.
Langkah ini diambil setelah perusahaan ban global tersebut mengumumkan rencana untuk melakukan PHK terhadap 285 pekerja di pabriknya, yang memicu kecemasan di kalangan buruh dan masyarakat sekitar.
Penyebab PHK: Krisis Global dan Tekanan Industri
Masalah yang dihadapi oleh Michelin adalah bagian dari dampak ekonomi global yang lebih luas, terutama sektor manufaktur yang kerap menghadapi tekanan dalam masa ketidakpastian.
Michelin, yang dikenal sebagai salah satu produsen ban terbesar di dunia, berjuang untuk bertahan di tengah tantangan ekonomi yang terpuruk akibat lonjakan biaya produksi, penurunan permintaan pasar, dan ketegangan perdagangan internasional.
Menurut laporan resmi, langkah PHK tersebut disebabkan oleh kebutuhan untuk menyesuaikan jumlah tenaga kerja dengan efisiensi operasional perusahaan yang semakin menurun.
Dalam perspektif bisnis, ini adalah langkah yang tidak jarang diambil oleh perusahaan besar yang harus bertahan dalam masa-masa sulit.
Akan tetapi, di sisi lain, keputusan ini menimbulkan dampak serius terhadap kesejahteraan sosial dan ekonomi pekerja, serta menambah beban pada perekonomian lokal.


