Infotren - Produsen mobil listrik asal Tiongkok, BYD, berhasil memenangkan gugatan hukum melawan BMW terkait penggunaan nama "M6". Keputusan pengadilan ini memungkinkan BYD untuk tetap menggunakan nama tersebut pada salah satu model kendaraannya.
BMW sebelumnya menggugat BYD karena mengklaim nama "M6" identik dengan salah satu model mobil sport mereka. Namun, pengadilan menilai tidak ada potensi kebingungan antara keduanya karena segmen dan target pasar yang berbeda.
Model BYD M6 sendiri merupakan MPV listrik yang ditujukan untuk kebutuhan keluarga dengan fitur modern dan harga terjangkau. Sementara BMW M6 adalah coupe sport mewah berperforma tinggi yang berada di kelas premium.
Putusan ini dinilai sebagai kemenangan penting bagi BYD dalam memperkuat mereknya di pasar global. Selain itu, hasil ini juga menandakan kian kuatnya posisi produsen mobil Tiongkok dalam persaingan industri otomotif dunia.
Para pengamat menyebut kemenangan ini bisa membuka jalan bagi merek-merek lain untuk berani mempertahankan identitas produknya. Ini sekaligus mencerminkan perubahan lanskap kekuatan hukum dalam industri otomotif internasional.
BMW sendiri belum memberikan pernyataan resmi pasca kekalahan mereka dalam gugatan ini. Namun pengamat memperkirakan produsen Jerman itu akan fokus menjaga merek “M” di model-model lain yang lebih spesifik.
Dengan kemenangan ini, BYD berpotensi memperluas pasar M6 ke berbagai negara termasuk Asia Tenggara. Konsumen pun kini bisa menikmati produk MPV listrik ramah lingkungan dengan nama M6 secara legal dan sah.


