INFOTREN.ID - Dalam beberapa waktu terakhir, ribuan kontainer berisi udang asal Indonesia terjebak dalam antrean panjang di pelabuhan-pelabuhan ekspor, menunggu untuk mendapatkan sertifikasi bebas Cesium-137.
Hal ini disebabkan oleh kebijakan baru yang diberlakukan oleh negara-negara tujuan ekspor terkait dengan keamanan pangan.
Sertifikasi ini diperlukan untuk memastikan bahwa produk perikanan yang diekspor tidak terkontaminasi oleh isotop radioaktif, terutama Cesium-137, yang dapat berbahaya bagi kesehatan manusia.
Mengapa Sertifikasi Cesium-137 Begitu Penting?
Sertifikasi bebas Cesium-137 adalah salah satu persyaratan yang ditetapkan oleh negara-negara importir, terutama negara-negara Eropa, untuk melindungi konsumennya dari potensi bahaya radioaktif dalam makanan.
Cesium-137 merupakan produk sampingan dari reaksi nuklir yang berbahaya bagi tubuh manusia jika terkontaminasi dalam jumlah tertentu.
Oleh karena itu, untuk menjaga kualitas ekspor, pemeriksaan terhadap kadar Cesium-137 pada produk perikanan Indonesia menjadi sangat krusial.
Dilansir dari Detik Finance (11/11), seorang pengusaha perikanan mengatakan bahwa, "Ribuan kontainer udang saat ini tertahan di pelabuhan-pelabuhan karena belum mendapatkan sertifikasi bebas Cesium-137.
Hal ini tentu saja mempengaruhi arus ekspor dan perekonomian kita." Mengingat bahwa Indonesia adalah salah satu produsen udang terbesar di dunia, persoalan ini menjadi tantangan besar, tidak hanya bagi para pengusaha, tetapi juga bagi negara secara keseluruhan.


