Katanya sih stok beras kita lagi banyak banget alias swasembada beras. Bulog bahkan sesumbar mau ekspor beras ke negara tetangga. Tapi, tunggu dulu! Jangan langsung percaya begitu saja. Ada baiknya kita telaah lebih dalam, jangan-jangan ini cuma trik lama di awal tahun?
Ambisi Ekspor: Misi Mulia atau Agenda Tersembunyi?
Perum Bulog menyatakan telah menyiapkan cadangan beras sejumlah 1 juta ton pada tahun ini untuk ekspor. "Kami menargetkan negara-negara tetangga dulu. Kemudian negara-negara yang membutuhkan. Negara-negara yang membutuhkan contohnya kayak bantuan ke Palestina, atau daerah-daerah konflik dan lain sebagainya,” kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, Senin (12/1/2026) dilansir dari Bloomberg Technoz.
Mendengar ini, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pun tak mau ketinggalan. Ia menyatakan dengan produksi dan cadangan beras yang melimpah, Indonesia berpeluang untuk melakukan ekspor pada tahun ini. "Kalau Bulog serapannya 3 bulan ke depan sama saja [seperti] 2025, aku tidak minta lebih, sama saja. Itu ekspor hampir pasti kita lakukan tahun ini, dan itu sejarah pertama Indonesia,” ujarnya.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. (Foto Bloomberg Technoz/Mis Fransiska)
Stok Gendut, Harga Kok Tetap Selangit?
Menurut catatan Badan Pangan Nasional (Bapanas), stok beras nasional di awal 2026 berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional adalah 12,53 juta ton. Jumlah yang fantastis, bukan? Namun, ironisnya, harga beras di pasaran masih saja bikin emak-emak menjerit.
Seperti yang kita tahu, "kategori beras medium masuk ke dalam status harga pangan waspada di tahun 2025, bahkan komoditas beras premium merupakan komoditas yang patut diintervensi," kata Rinna Syawal, Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan.


