Infotren.id - Nama Christiano Pengarapenta Pengidahen Tarigan mendadak menjadi sorotan publik usai terlibat dalam insiden tabrakan maut yang menewaskan Argo Ericko Achfandi, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) angkatan 2024. Kecelakaan tragis tersebut terjadi saat Christiano mengendarai mobil BMW dan menabrak korban hingga meninggal dunia.

Christiano Tarigan sendiri dikenal sebagai mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) Ilmu Ekonomi angkatan 2022 di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (FEB UGM). 

Dalam lingkungan kampus, Christiano Tarigan sempat aktif sebagai staf di organisasi Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi (Himiespa FEB UGM). Selain itu, ia juga tercatat pernah menjalani program magang di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)** pada Januari hingga Februari 2024.

Namun, perhatian publik tak hanya tertuju pada insiden kecelakaan itu, tetapi juga pada status hukum Christiano yang belum ditahan meski telah ditetapkan sebagai pengemudi dalam kecelakaan tersebut. 

Hal ini memicu tagar #JusticeForArgo ramai digaungkan di media sosial. Banyak pihak menduga lambatnya proses hukum terkait status Christiano berkaitan dengan pengaruh keluarganya.

iklan sidebar-1

Ayah Christiano, Setia Budi Tarigan, disebut menjabat sebagai Operational Director di FIF Group, sebuah posisi penting di perusahaan besar. Ia juga diketahui merupakan lulusan Universitas Sumatera Utara (USU).

 Dugaan adanya "orang dalam" pun muncul, membuat masyarakat geram dan menuntut keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu.

Pihak kepolisian, melalui Kasat Lantas Polresta Sleman AKP Mulianto menjelaskan bahwa kecelakaan diduga terjadi akibat kurangnya konsentrasi pengemudi. 

Hasil tes urine menyatakan bahwa Christiano Tarigan negatif alkohol dan narkoba, Namun, hingga kini belum ada penahanan terhadap pelaku, melainkan hanya kewajiban wajib lapor.***