INFOTREN.ID - Polemik pemberian gelar pahlawan kepada mantan Presiden Soeharto kembali mencuat. 

Andreas Hugo Pareira, seorang politisi dari PDI Perjuangan dari NTT, menyuarakan pendapatnya terkait hal ini. Mengapa isu ini selalu menjadi perdebatan panas di tengah masyarakat?

Kritik Pedas dari Senayan

Andreas Hugo Pareira, seorang anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, secara terbuka menyampaikan sorotannya terhadap pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto. 

Ia mempertanyakan dasar dan urgensi pemberian gelar tersebut, mengingat banyaknya kontroversi yang melekat pada masa pemerintahan Orde Baru.

iklan sidebar-1


"Tentu kita semua punya memori tentang bagaimana dulu kita mengalami satu kehidupan politik yang sangat represif, tidak ada kebebasan pers, tidak ada kebebasan untuk berserikat, berkumpul, dan menyatakan pendapat," ujar Andreas, dilansir dari laman resmi DPR RI.

Sejarah Kelam Orde Baru

Pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto memang mencatatkan banyak kemajuan pembangunan. 

Namun, di sisi lain, rezim ini juga dikenal otoriter, represif, dan korup. Kebebasan pers dibungkam, aktivis dihilangkan, dan praktik korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) merajalela.