INFOTREN.ID - Penyelenggaraan ibadah haji bagi jemaah asal Aceh telah mencapai tahap akhir proses kedatangan di Tanah Suci. Sebanyak 14 kelompok terbang (kloter) jemaah haji asal Provinsi Aceh kini telah sepenuhnya berada di Kota Makkah, Arab Saudi.
Kedatangan rombongan terakhir ini terjadi pada hari Rabu, 20 Mei 2026, sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Momen ini menandai selesainya tahap distribusi seluruh kuota jemaah haji Aceh dari Embarkasi Banda Aceh menuju kota suci.
Total keseluruhan jemaah haji yang diberangkatkan dari Serambi Mekkah dan kini telah berkumpul di Makkah mencapai angka 5.484 orang. Angka ini merupakan manifestasi dari upaya integral pemerintah dalam memberangkatkan seluruh calon haji sesuai jadwal.
Para jemaah haji asal Aceh tersebut telah ditempatkan di pemondokan yang telah ditentukan, yakni di wilayah Jarwal, sektor 6. Penempatan ini dilakukan untuk memudahkan mereka dalam menjalani serangkaian aktivitas ibadah di Makkah.
Ketua PPIH Embarkasi Banda Aceh, Arijal, mengonfirmasi kedatangan kloter pamungkas tersebut. "Jemaah Kloter 14 Alhamdulillah sudah tiba sesuai jadwal pukul 10.00 WAS atau pukul 14.00 WIB. Sekarang sudah di Makkah," kata Arijal.
Kedatangan kloter terakhir ini juga berarti seluruh jemaah asal Aceh, termasuk mereka yang sebelumnya sempat menjalani ibadah di Madinah, kini telah berkumpul. Hal ini penting untuk menyamakan persiapan menjelang fase puncak ibadah haji.
Meskipun mayoritas jemaah berhasil diberangkatkan, terdapat catatan mengenai hambatan keberangkatan bagi sebagian kecil calon haji. Sebanyak 18 orang dari total kuota dilaporkan batal berangkat ke Arab Saudi karena berbagai alasan.
Arijal juga memberikan penjelasan spesifik mengenai salah satu kasus penundaan keberangkatan. "Menjelang keberangkatan kloter 14 tadi malam, satu jemaah Saminah Nyomo Santani asal Bener Meriah tertunda berangkat karena alasan tidak laik terbang," jelas Arijal.
Data dari PPIH menunjukkan distribusi jemaah berdasarkan asal daerah, di mana Kota Banda Aceh menjadi penyumbang jemaah terbanyak dengan 689 orang. Sementara itu, Kabupaten Pidie menyumbang 571 jemaah, dan Kabupaten Simeulue menjadi daerah dengan jumlah jemaah paling sedikit, yaitu 27 orang.