TANGERANG SELATAN, Infotren.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menuai banyak apresiasi dari orang tua murid terkait stabilitas dan kemudahan akses pada situs Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini. Pemkot menegaskan bahwa sistem digitalisasi pelayanan publik tersebut dirancang untuk menjamin transparansi penuh dan memberantas praktik "titip-menitip" bangku sekolah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menyatakan bahwa respons positif masyarakat menjadi bukti nyata kematangan digitalisasi layanan publik di Tangsel.

Asep mengajak masyarakat memanfaatkan fitur pantauan langsung yang tersedia pada situs resmi. Fitur ini memungkinkan orang tua memantau persaingan nilai atau jarak secara terbuka tanpa rasa khawatir akan adanya intervensi.

"Apresiasi dari masyarakat ini menjadi energi tambahan bagi kami. Sejak awal, sistem SPMB ini kami rancang sangat transparan. Ayah dan Bunda bisa memantau langsung posisi seleksi anaknya secara real-time lewat ponsel dari rumah. Semua jujur, terbuka, dan mengikuti aturan yang ada, jadi tidak ada ruang untuk intervensi atau 'titip-menitip' bangku sekolah," ujar Asep dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).

Asep menjelaskan bahwa kelancaran sistem tahun ini merupakan hasil kerja keras tim teknis Diskominfo yang telah melakukan penguatan server dan simulasi beban berkali-kali sebelum masa pendaftaran dibuka. Selain itu, tim siber disiagakan selama 24 jam penuh untuk memantau arus trafik selama proses berlangsung.

Ia juga mengingatkan para orang tua untuk memastikan koneksi internet mereka stabil saat mengunggah dokumen penting seperti Kartu Keluarga atau ijazah.

"Kami siapkan sistem ini senyaman mungkin supaya orang tua tidak perlu lagi repot-repot datang dan mengantre di sekolah hanya untuk mencari informasi atau mendaftar. Cukup dari rumah saja," jelasnya.

Kemudahan sistem ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Banyak orang tua mengungkapkan rasa lega karena proses pendaftaran jauh lebih mudah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Umar, seorang warga Kecamatan Setu, menceritakan pengalamannya saat mendaftarkan anaknya ke SMP Negeri 8 Tangsel melalui jalur zonasi.