INFOTREN.ID - Pada perdagangan Jumat (11 Juli 2025), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menunjukkan penguatan tipis. Kurs spot rupiah naik 0,04% ke level Rp 16.218 per dolar AS. Namun jika dilihat dalam periode sepekan terakhir, rupiah justru tercatat melemah 0,20%.
Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia, JISDOR, juga mencatat pelemahan ringan. Pada hari yang sama, kurs JISDOR turun Rp 1 atau 0,01% ke posisi Rp 16.221 per dolar AS, dengan akumulasi pelemahan mingguan sebesar 0,10%.
Sentimen Eksternal: Ketegangan Dagang Global
Ibrahim Assuaibi, analis mata uang dan komoditas, menyebut bahwa salah satu faktor yang menekan rupiah berasal dari dinamika eksternal, khususnya kebijakan terbaru Presiden AS Donald Trump. Trump mengisyaratkan akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 10% terhadap negara-negara BRICS.
Di samping itu, keputusan pemerintah AS untuk mengenakan tarif 50% terhadap impor tembaga mulai 1 Agustus juga menjadi perhatian pelaku pasar. Meskipun belum berdampak langsung terhadap pasar secara keseluruhan, kekhawatiran terhadap arah kebijakan perdagangan AS ke depan tetap membayangi pergerakan aset-aset berisiko, termasuk rupiah.
Faktor Domestik: Antisipasi Rapat BI
Dari dalam negeri, perhatian pasar mengarah pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan digelar pekan depan. Menurut Lukman Leong, analis dari Doo Financial Futures, terdapat ekspektasi bahwa BI akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Jika benar terealisasi, langkah ini bisa memberi tekanan tambahan pada rupiah, meskipun di sisi lain bisa mendukung sektor riil dan pertumbuhan ekonomi domestik.
Proyeksi Pergerakan Rupiah Awal Pekan Depan


