INFOTREN.ID – Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyatakan akan mengambil alih tanggung jawab penuh atas seluruh utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.
Pernyataan ini disampaikan di tengah polemik mengenai beban utang proyek yang mencapai US$7,3 miliar (sekitar Rp116 triliun), yang selama ini membebani PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai bagian dari konsorsium.
Prabowo menegaskan bahwa Whoosh adalah sarana transportasi publik dan pelayanan kepada rakyat, sehingga tidak seharusnya dihitung berdasarkan untung rugi semata.
Dalam keterangannya di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, pada Selasa 4 November, Presiden Prabowo memberikan jaminan kepada seluruh pihak, termasuk PT KAI, untuk tidak khawatir mengenai masalah utang Whoosh.
"Enggak usah khawatir, apa itu ribut-ribut Whoosh? Saya sudah pelajari masalahnya, tidak ada masalah. Saya tanggung jawab nanti Whoosh itu semuanya!" tegas Prabowo.
Prabowo memastikan pemerintah sanggup membayar utang tersebut dengan estimasi cicilan Rp1,2 triliun per tahun.
Meskipun tidak merinci skema APBN mana yang akan digunakan, Prabowo menyebutkan sumber dana untuk pembayaran utang berasal dari uang rakyat dan kekayaan negara.
Ia juga secara spesifik menyebut bahwa dana tersebut akan diperoleh dari hasil penghematan anggaran dan pengembalian uang sitaan dari kasus korupsi.
"Duitnya ada. Duit yang tadinya dikorupsi (setelah diambil negara) saya hemat. Enggak saya kasih kesempatan. Jadi, saudara saya minta bantu saya semua. Jangan kasih kesempatan koruptor-koruptor itu merajalela. Uang nanti banyak untuk kita. Untuk rakyat semua," jelasnya.


