INFOTREN.ID - Indonesia Watercolor Summit (IWCS), sebuah platform seni yang didirikan pada 2020 oleh Silvia Zulaika (IWCS) menggelar pameran di dua kota sekaligus: Jakarta dan Bali. Di Jakarta, pameran  berlangsung di Museum Art:1, Jl. Rajawali Selatan Raya No. 3, pada 31 Oktober – 10 November 2025. Selanjutnya, rombongan seniman akan melanjutkan perjalanan ke Bali pada 6 – 11 November 2025. 

Selain pameran, agenda di kedua kota akan diperkaya dengan kunjungan ke situs budaya, artefak bersejarah, workshop, serta sesi melukis bersama. Rangkaian kegiatan ini bertujuan mempertemukan para peserta dengan keragaman budaya Indonesia, sehingga seni menjadi medium dialog lintas bangsa.

“IWCS bukan sekadar komunitas dan ajang pameran, melainkan serambi kreatif yang menjembatani seniman dari berbagai latar belakang untuk bertukar gagasan, pengalaman, dan inspirasi," kata Silvia dalam pembukaan pameran pada Jumat, 31 Oktober 2025 di Museum Art:1.

Silvia Zulaika sendiri dikenal sebagai pengusaha, seniman, sekaligus pecinta seni yang telah lebih dari tiga dekade mengelola dan memanajemeni berbagai acara seni, baik di Indonesia maupun mancanegara. 

Indonesia Watercolor Summit (IWCS) menggelar pameran seni dan lukisan di Jakarta dan Bali.  foto:  outlook.com

iklan sidebar-1

Dengan jejaring luas yang ia miliki—melibatkan institusi, komunitas, serta praktisi seni—Silvia berhasil mewujudkan agenda seni yang tidak hanya unggul secara estetika, tetapi juga matang dari sisi logistik dan manajerial.

Pameran kali ini dikuratori oleh Anna Sungkar menghadirkan partisipasi seniman dari sejumlah negara: Australia menghadirkan karya Amie Dupuy, Kanada: Javid Tabai, Chile: Julia Camara, Iran: Sareh Mohebeian, Rusia: Eugeniya Kostikova, Maksim Mishin, Irina Kulemina, Natalia Pilipuk, Anastasia Petryaeva, Natalia Dmitrieva dan Indonesia: Nanang Widjaja, Sitok Srengenge, Icka Gavrilla (Yogyakarta); Dony Hendro Wibowo (Semarang); Veynie Vokke (Surabaya); Nurul Ula Sayyidatunnisa (Bandung); Syakieb Sungkar (Jakarta).

Sejalan dengan visinya, IWCS terus berupaya memperkaya wawasan dan keterampilan anggotanya melalui program mentoring daring maupun lokakarya langsung bersama para maestro. Tidak berhenti pada media cat air, Silvia juga membuka kesempatan bagi seniman untuk mengeksplorasi medium lain, mulai dari cat minyak, akrilik, hingga karya tiga dimensi. 

Dengan demikian, IWCS menjadi ruang yang lentur, progresif, sekaligus visioner dalam mengembangkan cakrawala seni kontemporer.