INFOTREN.ID - Beijing tampaknya semakin serius mempersiapkan diri menghadapi babak baru perang modern.
Melalui teknologi kecerdasan buatan bernama DeepSeek, China kini merancang sistem militer otonom yang melibatkan anjing robot bersenjata, kawanan drone AI, hingga pusat komando virtual yang bisa membaca ribuan skenario pertempuran dalam hitungan detik.
Teknologi yang dulu hanya ada dalam film fiksi ilmiah itu kini perlahan menjadi kenyataan dan dunia mulai memperhatikan.
“Norinco pada Februari memamerkan kendaraan tempur otonom berkecepatan 50 km/jam yang digerakkan oleh DeepSeek,” tulis Reuters dalam laporannya (27/10/2025).

Anjing robot Unitree menaiki tangga selama demonstrasi kepada Reuters di sebuah taman di Hangzhou, provinsi Zhejiang, Tiongkok, 21 Maret 2025. REUTERS/Florence Lo
Otak Digital di Balik Strategi Militer Beijing
Laporan investigatif Reuters mengungkap, militer China (PLA) tengah memperluas penggunaan DeepSeek untuk mendukung operasi dan strategi perang yang sepenuhnya berbasis AI.
Sistem ini mampu menganalisis data medan tempur dari citra satelit, radar, dan drone untuk mengidentifikasi target secara otomatis dan memberi rekomendasi taktis secara real-time.
“Sistem bertenaga DeepSeek mampu menilai 10.000 skenario medan perang dengan variabel berbeda hanya dalam 48 detik,” ungkap peneliti dari Xi’an Technological University.


