INFOTREN.ID - Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) memang menawarkan banyak kemudahan. 

Namun, di balik itu, tersimpan potensi penyalahgunaan yang mengkhawatirkan. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi deepfake untuk melakukan kejahatan keuangan.

Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) baru-baru ini mengeluarkan peringatan terkait meningkatnya modus penipuan keuangan yang memanfaatkan AI. 

Teknologi tiruan suara (voice cloning) dan tiruan wajah (deepfake) menjadi senjata baru para pelaku kejahatan.

Modus Operandi: Meniru Orang Terdekat

iklan sidebar-1

Dengan teknologi AI, penipu dapat meniru suara, wajah, dan ekspresi seseorang dengan sangat akurat. 

Mereka bisa berpura-pura menjadi teman, kolega, atau bahkan anggota keluarga Anda.

Tujuannya jelas: meyakinkan Anda untuk menyerahkan uang atau informasi pribadi.

"Kemajuan teknologi dalam AI memiliki potensi untuk digunakan dalam penipuan dengan membuat tiruan suara (voice cloning) dan tiruan wajah (deepfake)," demikian pernyataan Satgas PASTI melalui siaran tertulis, dikutip Sabtu (15/11/2025).