INFOTREN.ID - Meski terdengar seperti kebiasaan sehat, terlalu sering atau terlalu kuat menyikat gigi justru bisa menimbulkan masalah pada kesehatan mulut. Menurut Dr. Sanjeet Shankar, dokter gigi spesialis prostetik dan pendiri Epikdoc.AI, perawatan gigi yang berlebihan tidak selalu membawa dampak positif.
Shankar menjelaskan bahwa menyikat gigi setelah setiap kali makan, terutama jika dilakukan dengan tekanan kuat, bisa menyebabkan kerusakan pada lapisan email gigi dan gusi. Ia menyamakan intensitas menyikat gigi yang terlalu keras dengan menggosok panci yang membandel alih-alih membersihkan, justru menyebabkan kerusakan.
“Email gigi bisa terkikis, dan garis gusi bisa surut. Ini bukan hasil dari kurangnya perhatian, tetapi justru karena berlebihan dalam merawat gigi,” ujarnya seperti dikutip dari Hindustan Times, (30/06/2026).
- Makanan Asam dan Waktu Menyikat
Konsumsi makanan atau minuman asam seperti jeruk, tomat, atau minuman bersoda bisa melembutkan permukaan gigi. Jika langsung disikat, email yang sudah melemah tersebut akan lebih mudah terkikis. Karena itu, disarankan untuk menunggu sekitar 30 menit setelah makan sebelum menyikat gigi. Dalam waktu tersebut, air liur membantu menetralkan asam dan memberi perlindungan alami pada email gigi.
- Kerusakan yang Sulit Diperbaiki
Email yang sudah hilang tidak bisa tumbuh kembali. Perawatan medis seperti tambalan, bonding, hingga pemasangan mahkota gigi menjadi solusi bila kerusakan sudah terjadi. Begitu pula dengan resesi gusi yang parah, yang mungkin memerlukan prosedur invasif seperti cangkok gusi atau teknik bedah lainnya.
Shankar mengingatkan bahwa tanda-tanda kerusakan biasanya muncul secara perlahan, seperti sensitivitas berlebih, perubahan kecil di garis gusi, atau bulu sikat gigi yang cepat rusak. Semua ini bisa dicegah dengan kebiasaan yang lebih bijak dan lembut dalam merawat gigi.
Kesalahan Umum Saat Menyikat Gigi, Beberapa kesalahan lain yang perlu dihindari:


