Infotren.id - Sesar Lembang menjadi salah satu sumber gempa aktif di Jawa Barat yang kini kembali mendapat perhatian serius. Aktivitas seismik pada sesar ini terpantau meningkat dalam beberapa waktu terakhir, termasuk gempa kecil yang mengguncang Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat pada Agustus 2025. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi bahkan tengah mempertimbangkan peningkatan status siaga bencana sekaligus memassifkan edukasi mitigasi kebencanaan kepada masyarakat.
Sesar Lembang sendiri adalah patahan aktif sepanjang kurang lebih 29 kilometer yang membentang dari Padalarang (Kabupaten Bandung Barat) hingga Cilengkrang (Kabupaten Bandung). Patahan ini termasuk jenis sesar geser mengiri (sinistral strike-slip fault), artinya kedua blok batuan bergeser secara horizontal dengan arah berlawanan.
Sejumlah penelitian menunjukkan sesar ini masih aktif dan berpotensi memicu gempa dengan magnitudo hingga 7 skala Richter. Karena posisinya melintasi wilayah padat penduduk, Sesar Lembang kerap disebut sebagai “bom waktu” yang mengintai kawasan Bandung Raya.
Dengan jalur yang cukup panjang, Sesar Lembang melintasi dan mengancam sejumlah wilayah di Jawa Barat. Daerah yang paling berpotensi terdampak langsung meliputi Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kota Bandung, sementara getarannya bisa dirasakan hingga Sumedang dan Kabupaten Bandung. Jika gempa besar terjadi, dampaknya akan meluas karena kawasan ini memiliki pemukiman padat, infrastruktur vital, hingga pusat aktivitas ekonomi dan pendidikan.
BPBD Cimahi menegaskan bahwa langkah mitigasi kini dimasifkan, mulai dari medukasi kebencanaan, simulasi evakuasi, hingga program dukungan psikososial yang memasukkan materi kesiapsiagaan gempa. Upaya ini dilakukan sesuai standar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemerintah daerah juga tengah mempertimbangkan peningkatan status siaga bencana, tidak hanya untuk bencana hidrometeorologi, tetapi juga untuk ancaman geologi akibat Sesar Lembang.
Dengan potensi ancaman yang nyata, masyarakat di sekitar jalur Sesar Lembang diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memahami prosedur penyelamatan diri. Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan jika sewaktu-waktu sesar ini memicu gempa besar.***


