Infotren - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas secara terbuka meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami sebagian jemaah selama prosesi ibadah di Tanah Suci. Pada saat bersamaan, gelombang pertama jemaah haji Indonesia 2025 mulai dipulangkan ke tanah air.
Permohonan maaf itu disampaikan Menag dalam konferensi pers singkat di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. Ia menegaskan pemerintah berkomitmen memperbaiki layanan agar kepulangan berjalan lebih lancar dan nyaman.
Yaqut menjelaskan, kepadatan jadwal penerbangan dan cuaca ekstrem menjadi tantangan utama yang sempat menimbulkan keterlambatan. Kementerian Agama bekerja sama dengan maskapai nasional dan otoritas Saudi untuk memastikan jadwal pemulangan tetap aman.
Menurut data Kementerian, ratusan penerbangan akan diberangkatkan bertahap hingga pertengahan Juli 2025. Setiap kloter dipantau ketat oleh petugas haji untuk menjamin keselamatan dan kesehatan jemaah.
Petugas diminta memprioritaskan lansia dan jemaah berisiko tinggi agar segera mendapat tempat di penerbangan awal. Fasilitas kesehatan tambahan juga disiapkan di titik keberangkatan dan kedatangan.
Setibanya di Indonesia, para jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan singkat dan menerima paket penanganan koper terintegrasi. Pemerintah daerah diminta menyiagakan armada transportasi agar jemaah dapat kembali ke kampung halaman tanpa hambatan.
Menag berjanji melakukan evaluasi menyeluruh atas seluruh rangkaian penyelenggaraan haji tahun ini. Ia mengajak masyarakat menyampaikan kritik dan saran sebagai bahan perbaikan layanan haji 2026.


