Infotren.id - Nama Lutfianisa Putri Karlina mendadak jadi sorotan setelah kabar pernikahannya dengan Maula Akbar, putra dari mantan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pada 16 Juli 2025 viral di media sosial.
Sebelum menikah, hubungan asmara keduanya mulai terungkap dan menjadi perbincangan ketika Maula Akbar melamar Putri Karlina saat keduanya menonton pertandingan Liga 1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 9 Mei 2025.
Tak hanya menarik karena status barunya sebagai calon menantu tokoh politik ternama, masa lalu Putri Karlina pun menjadi topik hangat dan menyita perhatian publik.
Sebagai Wakil Bupati Garut periode 2025–2030, Putri bukanlah sosok baru di dunia pemerintahan. Namun, di balik pencapaian politiknya, publik dibuat penasaran oleh gosip mengenai status pernikahan masa lalunya.
Isu bahwa ia merupakan seorang janda dengan tiga anak pun ramai diperbincangkan, terlebih setelah beberapa komentar warganet di media sosial yang tampaknya mengenal lebih dekat sosoknya secara pribadi.
Lantas, siapakah sebenarnya Putri Karlina? Bagaimana perjalanan hidupnya hingga bisa berada di posisi sekarang? Dan benarkah ia pernah menikah serta memiliki tiga orang anak dari pernikahan sebelumnya?
Profil Putri Karlina
Putri Karlina lahir di Garut pada 14 Maret 1993. Ia merupakan anak dari Irjen Pol Karioto, perwira tinggi Polri yang pernah menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Meski berasal dari keluarga aparat, Putri tidak dibesarkan dalam lingkungan politisi.
Pendidikan formalnya ditempuh di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2010–2014. Ia kemudian melanjutkan studi dan meraih gelar Magister Manajemen (MBA) dari SBM Institut Pendidikan Bandung.
Sebelum terjun ke dunia pemerintahan, Putri adalah seorang pengusaha kuliner. Dunia bisnis menjadi pijakan awalnya dalam membangun jejaring dan pengaruh di masyarakat. Namun, semangatnya untuk membawa perubahan nyata di daerah asalnya membuatnya memutuskan untuk masuk dunia politik. Ia mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Garut dengan visi membawa semangat anak muda ke dalam kebijakan pemerintah.


