INFOTREN.ID - Perayaan Diwali yang identik dengan kembang api telah meninggalkan jejak kelam di langit New Delhi. 

Usai pesta cahaya berakhir, kota justru diselimuti kabut asap pekat dan beracun. Pada Selasa, 21 Oktober 2025, kualitas udara di ibu kota India tercatat sebagai yang terburuk di dunia, menurut lembaga pemantau udara Swiss, IQAir.

“Kualitas udara di ibu kota India, New Delhi, memburuk hingga tingkat berbahaya pada hari Selasa dengan angka tertinggi di dunia,” dilansir dari Reuters (21/10/2025).

Dibalik Gemerlap Diwali, Ancaman yang Membara

Meski Mahkamah Agung India telah melonggarkan larangan penggunaan petasan dengan mengizinkan “green crackers” selama maksimal tiga jam, kenyataannya, suara ledakan terdengar jauh di luar batas waktu.

iklan sidebar-1

Emisi dari petasan ini pun tetap menyumbang lonjakan signifikan pada indeks polusi.

“Konsentrasi PM2.5 lebih dari 59 kali lipat dari pedoman tahunan WHO,” kata laporan IQAir.

PM2.5 adalah partikel halus berukuran 2,5 mikron yang bisa masuk ke dalam paru-paru dan memicu penyakit serius, seperti kanker paru dan gangguan jantung.

Kendaraan bergerak di jalan yang diselimuti kabut asap pada pagi hari Diwali, festival cahaya umat Hindu, di New Delhi, India, 20 Oktober 2025. REUTERS/Bhawika Chhabra