INFOTREN.ID - Layar canggih datang, namun bisakah ia menerangi mimpi di pelosok? Kisah nyata tentang harapan dan tantangan pendidikan Indonesia.

Di tengah gegap gempita janji digitalisasi pendidikan, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program ambisius.

Disarikan dari laman BBC Indonesia, Prabowo akan membagikan 330 ribu Smart TV ke sekolah-sekolah di seluruh penjuru negeri.

Visi yang diusung begitu memukau, "satu kelas satu layar", menjanjikan akses merata terhadap pendidikan berkualitas, solusi atas kekurangan guru, bahkan pintu gerbang menuju pembelajaran jarak jauh yang modern. 

Harapan melambung tinggi, membayangkan ruang-ruang kelas yang dulu hening kini dipenuhi interaksi digital, siswa-siswi yang cerdas terpapar teknologi terkini. 

iklan sidebar-1

Namun, di balik kilau layar yang dijanjikan, terbentanglah realitas lain yang jauh dari gemerlap.

Denting Bel di Kota, Sunyi di Mentawai

Bagi Ibu Kristin, seorang guru di salah satu sekolah dasar di Pagai Utara, Mentawai, kabar Smart TV itu bagai angin lalu.

Denting bel sekolah di kota-kota besar mungkin berarti dimulainya sesi belajar interaktif dengan layar canggih.