Infotren.id - Hari Arafah yang jatuh pada 9 Zulhijah merupakan salah satu hari paling istimewa dalam kalender Islam. Di hari ini, umat Islam yang sedang menunaikan ibadah haji berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, yaitu rukun haji yang paling utama. Namun, keutamaan Hari Arafah tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang berhaji saja.
Umat Islam di seluruh dunia juga dianjurkan untuk berpuasa dan memperbanyak doa, karena hari ini termasuk dalam waktu yang sangat mustajab. Rasulullah bersabda "Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah." (HR. Tirmidzi)
Hari Arafah adalah hari ampunan, hari pembebasan dari neraka, dan hari di mana Allah Subhanahu wa Ta'ala paling banyak mengabulkan doa hamba-Nya. Bahkan, para ulama menyebutkan bahwa keutamaan doa pada hari Arafah berlaku untuk seluruh umat Islam, bukan hanya mereka yang sedang berada di Padang Arafah.
Waktu-Waktu Mustajab di Hari Arafah
1. Sejak Terbit Fajar Hingga Maghrib
Waktu mustajab di Hari Arafah berlangsung sepanjang hari, dimulai sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Di saat inilah umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak takbir, dzikir, istighfar, serta doa-doa kebaikan dunia dan akhirat.
2. Ketika Menjelang Berbuka Puasa
Bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, salah satu amalan yang paling dianjurkan di Hari Arafah adalah puasa. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang (HR. Muslim).
Doa menjelang berbuka puasa adalah salah satu waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Maka, jika bertepatan dengan Hari Arafah, momentum ini menjadi sangat kuat untuk memanjatkan permohonan kepada Allah.
3. Setelah Matahari Tergelincir (Zawal)
Waktu zawal (masuk waktu zuhur) merupakan awal dimulainya wukuf di Arafah bagi jamaah haji. Meski tidak berada di Arafah, umat Islam di tempat lain tetap bisa memperbanyak doa di waktu ini karena mengikuti waktu penting para jamaah wukuf.
Doa-doa yang Dianjurkan di Hari Arafah
Meski tidak ada doa khusus yang ditetapkan, Nabi Muhammad menyebutkan bahwa doa paling utama yang beliau dan para nabi sebelumnya panjatkan adalah:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”*


