INFOTREN, ID - Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, bersama Sanggar Gondangrawe Manunggal akan menggelar pagelaran wayang kulit sebagai bagian dari peringatan HUT JAKER ke-32 tahun sekaligus memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80.
Pagelaran tersebut akan menampilkan dalang Ki Aryo Pranowo dengan lakon “Kembang Dewa Retna”, pada Selasa, 26 Agustus 2025, pukul 20.00 WIB di Gondangrawe, RT 09/RW 20, Andong, Boyolali.
Sebelumnya, akan digelar diskusi budaya dan rilis lakon Kembang Dewa Retna pada Senin, 23 Agustus 2025 pukul 19.30 WIB, Minggu (22/8/2025).
Diskusi ini menghadirkan sejumlah tokoh, di antaranya Dalang Ki Aryo Pranowo, Budayawan dan Sastrawan AJ. Susmana, Sesepuh Sanggar Gondangrawe Manunggal Ki Jumar, serta Ketua JAKER Boyolali Muhammad Ma’ruf.
Menurut Ma’ruf, wayang kulit merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang sarat dengan nilai moral, filosofi kehidupan, serta kearifan lokal.
“Dalam setiap pertunjukannya, wayang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan, pengingat manusia tentang sangkan paraning dumadi (awal dan akhir kehidupan), serta refleksi perjalanan bangsa dari masa ke masa,” terangnya.
Namun, ia juga menyoroti tantangan besar di era digital. Menurutnya, eksistensi wayang kulit mulai terpinggirkan karena jumlah penonton maupun regenerasi dalang semakin berkurang drastis.
“Melalui pagelaran ini, JAKER Boyolali berupaya menjaga, menguatkan, sekaligus melestarikan warisan budaya agar tidak lekang oleh zaman,” tambahnya.
Lakon Kembang Dewa Retna sendiri diangkat dari kisah Ramayana versi Jawa. Ceritanya berkisar pada perebutan bunga pusaka Kembang Dewa Retna, simbol kemenangan dalam perang besar Sari Kudhup Palwanggakara antara pasukan kera dan raksasa.


