INFOTREN.ID - Isu panas beredar di kalangan politisi! Airin Rachmi Diany, nama yang tak asing lagi, dikabarkan tengah dipertimbangkan untuk mengisi kursi di Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto. Sontak, kabar ini memicu berbagai spekulasi. Apakah Golkar tengah mempersiapkan kadernya untuk terjun langsung dalam roda pemerintahan?

Bahlil Lahadalia, Ketua Umum DPP Partai Golkar, akhirnya buka suara terkait isu ini. Namun, jawaban yang diberikan justru semakin membuat penasaran.

"Saya tidak tahu. Itu hak prerogatif Bapak Presiden," ucap Bahlil, Kamis (11/9/2025).

Jawaban singkat Bahlil seolah mengisyaratkan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan Prabowo. Sebagai seorang yang berkecimpung di dunia politik, saya paham betul bagaimana sebuah isu bisa berkembang liar jika tidak segera diklarifikasi. Namun, Bahlil memilih untuk menyerahkan sepenuhnya kepada presiden terpilih.

Lantas, apakah sudah ada pembicaraan internal di Partai Golkar mengenai potensi kursi kosong di pemerintahan? Bahlil kembali menegaskan bahwa partainya tidak ingin melangkahi kewenangan presiden.

iklan sidebar-1

"Gini, kita itu harus tahu betul bahwa sekali lagi, untuk menteri, wakil menteri, itu hak prerogatif Bapak Presiden," kata Bahlil.

"Kita partai-partai ini jangan melakukan tindakan melampaui batas kewenangannya. Biarlah itu kewenangan Bapak Presiden," ujar Bahlil.

"Kita patuh, kita tunduk pada apa yang diputuskan oleh Bapak Presiden sebagai pemegang hak prerogatif," imbuhnya menegaskan.

Sebagai pengamat politik, saya melihat ada pesan yang ingin disampaikan Bahlil. Golkar, sebagai partai besar, menghormati sepenuhnya hak prerogatif presiden dalam menentukan susunan kabinet. Mereka tidak ingin terlihat ikut campur atau bahkan memberikan tekanan kepada Prabowo.