INFOTREN.ID - Industri tekstil Indonesia tengah menghadapi badai permasalahan yang sangat serius.

Gelombang impor ilegal yang tak terkendali, persaingan tidak sehat, hingga ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal menghantui para pelaku usaha dan pekerja di sektor ini. 

Kondisi ini mendorong pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) untuk mengambil langkah bersama.

Mereka mendesak Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk bertindak tegas.

Surat Terbuka Pengusaha: Jeritan dari Industri yang Tercekik

iklan sidebar-1

APSyFI bahkan telah menyurati Menkeu Purbaya, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kondisi industri tekstil saat ini.

Ketua Umum APSyFI, Redma Gita Wirawasta, menyoroti bahwa impor TPT ilegal telah memperlebar jurang data perdagangan dengan negara lain, terutama China dan Singapura.

"Selain kehilangan pendapatan sekitar Rp54 triliun per tahun, negara dirugikan dengan persaingan pasar tidak sehat sehingga tingkat utilisasi produsen dalam negeri turun, melakukan PHK hingga menutup perusahaannya terutama di sektor tekstil dan produk tekstil, alas kaki, elektronik hingga perkakas rumah tangga," demikian bunyi dari salah satu bagian dari isi surat tersebut dilansir dari CNBC Indonesia (1/11).

Surat tersebut juga memaparkan lima akar masalah yang menyebabkan impor ilegal merajalela, mulai dari sistem kepabeanan yang lemah hingga lemahnya penegakan hukum.