Infotren.id - Lesunya penjualan mobil sejak awal tahun membuat industri pembiayaan harus memutar strategi. Banyak perusahaan leasing kini mulai mengalihkan fokusnya dari pembiayaan kendaraan ke penyaluran dana tunai.
Perubahan ini dipicu oleh lemahnya daya beli masyarakat serta ketatnya persaingan di sektor otomotif. Akibatnya, pembiayaan kendaraan baru tidak lagi menjadi prioritas utama bagi pelaku industri.
Beberapa perusahaan pembiayaan besar mulai gencar menawarkan produk multiguna berbasis jaminan BPKB kendaraan. Strategi ini dinilai lebih menjanjikan karena target pasarnya lebih luas dan cepat cair.
Menurut data Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), porsi pembiayaan multiguna terus meningkat dalam dua kuartal terakhir. Sementara itu, pembiayaan kendaraan mengalami stagnasi dan penurunan secara tahunan.
Kondisi ini juga diperkuat oleh naiknya suku bunga acuan yang memengaruhi cicilan kredit mobil baru. Masyarakat cenderung menunda pembelian dan memilih mempertahankan kendaraan lama.
Selain itu, perubahan gaya hidup dan tren kendaraan listrik yang belum sepenuhnya terjangkau turut menekan minat beli mobil konvensional. Hal ini memperkuat alasan perusahaan pembiayaan beralih ke sektor dana tunai.
Pelaku industri berharap pemerintah memberi insentif tambahan agar penjualan mobil kembali bergairah. Sementara itu, diversifikasi ke dana tunai menjadi langkah realistis menjaga kinerja keuangan tetap stabil.


